800 Miliar untuk Kaltim dalam APBN 2015

BALIKPAPAN - Meski  kurang dari dua  jam  berada di Bumi Etam, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan  datang dengan kabar menggembirakan. Melalui kementeriannya, tahun ini Kaltim akan mendapat kucuran dana APBN sekitar Rp800 miliar. Terdiri dari APBN Rp607 miliar dan tambahan dalam APBN-P sebesar Rp193 miliar.

 Alokasi dana itu akan digunakan untuk mendukung penuntasan sejumlah proyek bandar udara (bandara), pembangunan pelabuhan  laut  dan dermaga, persiapan pembangunan transportasi kereta api penumpang hingga bantuan angkutan bus perkotaan.  

“Kalau ada yang belum masuk dalam APBN dan APBN-P 2015, segera usulkan untuk APBN 2016. Kalau ada koreksi untuk 2015, segera ajukan surat agar bisa segera dilakukan penyesuaian. Sebab yang lebih tahu kebutuhan daerah, kan teman-teman di daerah,” kata Jonan di VIP Bandara  Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Jumat (20/3).

Alokasi dana besar itu diantaranya akan digunakan untuk membantu penyelesaian pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB), Bandara Melalan di Kutai Barat  dan  bandara lainnya di perbatasan.  Bandara Maratua di Kabupaten Berau, saat  ini ditingkatkan dengan dukungan APBN.

Menteri Ignitius Jonan memberi penegasan, agar bandara-bandara yang saat ini dibangun seperti Bandara Samarinda Baru dan bandara perintis lainnya di Kaltim agar panjang landasan pacunya diperpanjang. Hal itu sangat penting agar pesawat-pesawat bermesin  jet dengan kapasitas penumpang lebih besar juga bisa mendarat dengan baik, sehingga secara ekonomi dampaknya juga pasti positif karena harga tiket pesawat akan  lebih terjangkau.

APBN 2015 nantinya, disebutkan Ignatius Jonan, juga akan diarahkan untuk membangun Pelabuhan Tanah Grogot (Kabupaten Paser) Pelabuhan Penajam Paser Utara (PPU), Kuala Samboja (Kutai Kartanegara), Pelabuhan Palaran Samarinda, Pelabuhan Internasional Maloy, Dermaga Sungai Kunjang dan Pelabuhan di  Tanjung Redeb Kabupaten Berau. Sejumlah dermaga lainnya juga akan dikembangkan melalui dana APBN.

“Untuk sisi laut, Pelabuhan Maloy, tahun ini kita alokasikan Rp 125 miliar,” kata Jonan.

Kaltim juga akan menjadi bagian dari proyek pembangunan rel  kereta api  penumpang yang akan menghubungkan Pontianak (Kalbar), Kalteng, Kalsel dan Kaltim. “Mungkin kita mulai 2017. Mulai tahun ini dilakukan studi kelayakan. Kereta api penumpang ini akan terhubung dari Pontianak (Kalbar), Banjarmasin (Kalsel) hingga Balikpapan dengan panjang kira-kira 1.500 km,” jelas mantan Direktur Utama  PT Kereta Api Indonesia itu.

Proyek besar lainnya dari alokasi APBN bidang perhubungan 2015 ini adalah pengerukan alur pelayaran Pelabuhan  Samarinda.  Sedangkan untuk bantuan angkutan darat, tahun ini dialokasikan 20 unit bus perkotaan untuk Kaltim.

Usai melakukan pertemuan tertutup bersama jajaran Pemprov Kaltim yang dipimpin Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal HP, Menteri Jonan melakukan peninjauan ke Pelabuhan Semayang Balikpapan. selanjutnya, sebelum  bertolak ke Banjarmasin dengan pesawat Kementerian Perhubungan yang digunakan untuk roadshownya ke 34 provinsi di Indonesia itu, Menteri Jonan juga menyaksikan detil operasional terminal penumpang Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. 

Menurut Jonan, terminal bandara ini terbaik di Indonesia. “Untuk terminal penumpang, bandara ini terbaik di Indonesia. Kalau ada kurangnya, cuma satu. Runwaynya  kurang panjang,” puji Jonan. 

Wagub Mukmin Faisyal yang sejak awal menyambut dan mendampingi Menteri  Ignatius Jonan dalam kunjungan itu  menyambut baik kabar gembira tersebut. Menurut Mukmin, perhatian pemerintah pusat ini harus terus dikawal hingga pembangunan bidang perhubungan di Kaltim secara    keseluruhan berjalan sesuai harapan dan segera memberikan manfaat besar bagi rakyat Kaltim.

“Tentu kabar gembira yang disampaikan langsung oleh Pak Menteri ini harus kita sambut baik.  Kita harus bergerak cepat karena dukungan pusat sudah sangat jelas.  Ini sangat bermanfaat untuk rakyat Kaltim,” tegas Mukmin.

Sebelumnya, saat pertemuan tertutup dengan Menteri Jonan,  Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain menyampaikan progress sejumlah proyek, diantaranya rencana pemindahan Bandara Temindung yang hanya memiliki panjang 1.000 meter di tengah ibukota provinsi. Bandara Temindung  akan dipindahkan ke Bandara Samarinda Baru (BSB) yang saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan sisi udara yakni runway sepanjang 2.250 dengan lebar 45 m.

Sisi darat, terminal BSB sudah dibangun dengan luas 15.000 m2.  Empat garbarata dikerjakan dengan APBD Provinsi sebesar Rp640 miliar. BSB dilengkapi 24 fasilitas lainnya, termasuk perumahan pegawai.

“2015 untuk penyelesaian sisi udara. Dana sisi udara ini mencapai Rp690 miliar dikerjakan oleh konsorsium tiga BUMN, Waskita Karya, Hutama Karya dan Waskita Karya. Tahun ini ada Rp25 miliar dari APBN untuk menambah apron dan taxiway. Lainnya masih akan kita usulkan untuk 2016,” kata Zairin.

Menteri Jonan sempat mengingatkan, agar panjang landasan dibangun hingga 2.500 meter dan langsung dijawab oleh Zairin bahwa rencana lanjutannya memang akan mencapai 2.500 meter. “Rencana selanjutnya memang 2.500 Pak Menteri, karena lahan kami memang sudah siap,” jawab Zairin.

Zairin juga melaporkan progress perkembangan pembangunan Pelabuhan Maloy, pembangunan Bandara  Maratua dan sejumlah bandara di perbatasan yang pembangunannya bekerja sama dengan jajaran TNI. Kaltim juga mengusulkan tambahan satu bandara lagi di Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu yang berbatasann langsung dengan Serawak, Malaysia. Langkah ini perlu segera dilakukan untuk mencegah terjadinya eksodus warga perbatasan ke Malaysia.

“Kita sudah menyiapkan usulan untuk bandara di Long Apari. DED sedang kami siapkan, begitu juga  Amdalnya. Untuk proyek ini kurang lebih dibutuhkan Rp170 miliar,” sebut  Zairin, yang kemudian dijawab Menteri Jonan bahwa perbatasan pasti akan diperhatikan dan minta agar usulan segera disampaikan. (sul/hmsprov)

Sharing berita ini:

Berita Lainnya